Untuk beberapa orang, ngerinya dokrin Kristen tentang neraka – yang merupakan sebuah tempat hukuman abadi, dimana musuh-musuh Tuhan mengalami siksaan – membuat mereka bukan saja mengalihkan mata dan pikiran mereka, tetapi juga menyangkal sepenuhnya keberadaan neraka ini. “Tentu,” kata mereka, “neraka adalah cerita fiksi yang digunakan untuk menindas orang dengan ketakutan; Kasih Tuhan tidak mungkin mengijinkan adanya tempat seperti itu.”
Dilain pihak, bukan hanya orang Kristen yang percaya keberadaan neraka. Hampir semua agama percaya akan adanya tempat hukuman ini. Selain itu, dalam sisi pandang Kristen dokrin neraka adalah bagian dari berita Injil dan merupakan sebuah realitas dimana kita bisa belajar memahami Tuhan sepenuhnya. Memang Dia adalah Allah yang kasih, namun juga Allah yang adil yang sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman (Bilangan 14:18).
Dengan pemikiran ini, ada lima pernyataan Alkitab tentang neraka dimana mendemonstrasikan bahwa neraka adalah bagian dari berita Injil.
Seperti yang John Piper pernah katakana dalam wawancara Gospel Coalition: “Sangat sulit menyerah pada berita kabar baik jika Anda percaya adanya neraka, bahwa setelah kehidupan, ada penderitaan tanpa akhir bagi mereka yang tidak percaya pada kabar baik itu.”
Ingatlah, jika Anda hari ini telah menerima Yesus Kristus dalam hidup Anda, ada mandat Ilahi yang harus kita jalankan, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28: 18-20).